Beberapa Kemungkaran di Akhir Tahun

Penulis : Al-Ustadz Dzulqarnain bin M. Sunusi

Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ telah menganugerahkan nikmat yang sangat besar kepada umat Islam sebagaimana firman-Nya,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku kepada kalian, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agama kalian.” [Al-Mâ`idah: 3]

Dari kesempurnaan nikmat-Nya, Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ tidaklah meridhai, kecuali agama Islam,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari (agama) selain agama Islam, sekali-kali tidaklah (agama itu) akan diterima darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. [Âli ‘Imrân: 85]

Oleh karena itu, kewajiban seorang muslim adalah menjaga diri di atas nikmat Islam yang agung ini sebagaimana perintah-Nya,

Baca Selengkapnya...

Tabligh Akbar Kab. Bone

Baca Selengkapnya...

Daurah Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiri | Al-Amjad Tangerang | 1 Juli 2012

Daurah Syaikh 'Ubaid bin Abdillah Al-Jabiri | Tangerang 1 Juli 2012
Bismillah,

Dengan mengharap Ridha Allah 'Azzawajalla
Hadirilah ...
Kajian Ilmiyah Islamiyah

Pembicara:
Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiri
('Ulama dari Madinah)

Tema Pembahasan:
Kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan Pemahaman Salaful 'Ummah
Solusi Terbaiik untuk Umat dan Pemerintah Muslim

Waktu:
Minggu, 1 Juli 2012 - Ahad, 11 Sya'ban 1433H
Pukul: 08.00 - 11.30 WIB

Tempat:
Masjid Agung Al-Amjad
Komplek Pemda Kabupaten Tangerang

Informasi:
Abu Hammam 081281704086
Abu Dawud 0818798450
Abu Luthfan 081584087248
Abu Husain 0818118912

Ajak Serta Keluarga, Saudara, Teman dan Tetangga Anda ...

Insya Allah akan disiarkan melalui Radio Online di:
http://addiinradio.blogspot.com/
http://ad-diin.blogspot.com/

Baca Selengkapnya...

Undangan DAUROH ILMIYYAH (Kajian Islamiyyah)

¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨UNDANGAN DAUROH ILMIYYAH (TABLIGH AKBAR)¨
¨AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH¨

Bismillah..
Dengan mengharap ridha Allah Ta’ala, hadirilah Dauroh Ilmiyyah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, dengan tema :

“Meraih Persatuan dan Kedamaian yang Hakiki dengan Islam yang Kaffah”

Pembicara Utama, insya Allah :
Syaikh ‘Abdullah bin Umar al-Mar’ie (Ulama Hadramaut – Yaman)
dan Ustadz-Ustadz se-Sulawesi

Waktu : Sabtu – Ahad
10 – 11 Sya’ban 1433 H (30 Juni – 01 Juli 2012)
Pukul 09.00 WITA – selesai

Tempat :
Masjid Agung Darussalam
Jl. WR.Supratman, Palu Barat
Palu – Sulawesi Tengah

CP: 081338703373, 081383314075, 085341254565, 081354200031

Gratis & Terbuka untuk Umum.
Ajaklah keluarga, saudara, sahabat dan teman anda semua, raih kebaikan ilmu bersama Ulama..

¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨

Baca Selengkapnya...

MEMBONGKAR KESESATAN SYI'AH : MENGHINA SHAHABAT NABI

Berbagai mahkota keutamaan dan kemuliaan yang hakiki telah berhasil diraih oleh generasi terbaik umat ini, seiring kebaikan mereka yang tak akan pernah tertandingi oleh generasi sesudahnya sepanjang jaman. Merekalah para shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Pribadi-pribadi manusia yang telah Allah pilih untuk mendampingi utusan-Nya yang termulia Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, di dalam mengemban risalah dakwah-Nya. Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya." (Al-Fath: 29)

Maka tak ayal lagi, kalau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merekomendasikan bahwa mereka adalah sebaik-baik generasi umat ini. Beliau bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

"Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para shahabat) kemudian generasi sesudahnya (para tabi'in) kemudian generasi sesudahnya (para pengikut tabi'in)." (Muttafaqun 'alaih)

Baca Selengkapnya...

MEMBONGKAR KESESATAN SYI'AH : AL QUR’AN DIUBAH-UBAH

Penulis : Buletin Islam Al Ilmu Edisi 28/II/II/142

Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan Islam dan kelompok Syi'ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan penganut Syi'ah. Namun jika ditelusuri –terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan.

APA ITU SYI'AH?

Syi'ah menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Pembela dan pengikut seseorang. Selain itu juga bermakna: Setiap kaum yang bersatu/berkumpul di atas suatu perkara. (Tahdzibul Lughah 3/61)

Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang berkedok dengan slogan kecintaan kepada Ali bin Abi Thalib beserta anak cucunya bahwasanya Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucunya sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa` Wan Nihal 2/113, karya Ibnu Hazm)

Baca Selengkapnya...

FATWA ULAMA AHLUSSUNNAH TENTANG HUKUM NASYID “YAA THOYBAH YA DAWA’AL AYAANA”

Penerjemah*) : Al-Ustadz Abu Abdirrahman Rahmat Hidayat

Bismillahirrahmanirrahiim

Hukum nasyid (ياطيبة يادواءالعيانا) yang beredar di tengah manusia dengan bentuk yang tidak benar, sehingga kami mengharap agar disebarkan hukum nasyid tersebut di tengah manusia.

1. JAWABAN ASY-SYAIKH SHOLIH BIN SA’AD AS-SUHAIMI –SEMOGA ALLAH MENJAGA BELIAU-

* HATI-HATILAH DARI NASYID-NASYID KEKAFIRAN DAN BERBAU SHUFIYAH *

Soal : Berkata (penanya) : Disana ada nasyid-nasyid Islami yang berbunyi “Wahai Allah, dengan penglihatan dari mata yang pengasih, mengobati semua yang ada pada diriku berupa penyakit-penyakit” apakah dalam nasyid ini ada masalah?

Jawaban : Saya tidak mengetahui apakah dia memaksudkan dari kalimat : dari mata yang pengasih apakah dia maksudkan bahwa dia berdo’a kepada Allah agar Dia menguasakan kepada salah seorang dari makhluk-Nya atau dia memaksudkan Allah Ta’ala sendiri.

(Yang jelasnya) atas apapun yang dimaksudkan, walaupun dia memaksudkan Allah Ta’ala, tetap tidak boleh (berdo’a) dengan ibarat-ibarat seperti ini. (sebab) sifat-sifat tersebut tidak boleh berdo’a kepada sifat-sifat / dimintai darinya, memang benar Allah memiliki mata, Allah memiliki dua mata tentunya mata penglihatan yang sesuai dengan Kemuliaan-Nya dan Keagungan-Nya, akan tetapi jangan Anda berdo’a dengan mengatakan : Wahai mata penglihatan Allah, sampai-sampai sebagian ulama mengatakan kalau dia berdo’a kepada sifat Allah maka dia kafir, jadi kalau dia berkata : Wahai kekuasaan Allah, Wahai Rahmat Allah, Wahai Tangan Allah, Wahai Ni’mat Allah, maka dia kafir sebagaimana disebutkan dari kebanyakan Ulama. Akan tetapi wahai saudaraku sekalian hendaknya engkau berdo’a dengan do’a-do’a yang jelas datangnya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dan tidak ada hajat engkau dengan lafadz-lafadz meragukan ini yang terkadang dapat menjerumuskan Anda kepada perbuatan bid’ah atau kesyirikan, berhati-hatilah dari bid’ah dan kesyirikan. Dan hendaknya Anda mengembalikan segala lafadz-lafadz kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Baca Selengkapnya...