Jalan Golongan Yang Selamat : 19

MACAM-MACAM SYIRIK KECIL
Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Syirik kecil yaitu setiap perantara yang mungkin menyebabkan kepada syirik besar, ia belum mencapai tingkat ibadah, tidak men-jadikan pelakunya keluar Islam, akan tetapi ia termasuk dosa besar.

Macam-macam Syirik kecil:

1. Riya' dan melakukan suatu perbuatan karena makhluk:

Seperti seorang muslim yang beramal dan shalat karena Allah, tetapi ia melakukan shalat dan amalnya dengan baik agar dipuji manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhan-nya." (Al-Kahfi: 110)

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر الرياء، يقول الله يوم القيا مة إذا جزي الناس بأعمالهم : إذهبوا إلي الذ ين كنتم تراؤون في الدنيا فانظرواهل تجدون عندهم جزاء
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu sekalian adalah syirik kecil, riya’. Pada hari Kiamat, ketika memberi balasan manusia atas perbuatannya, Allah berfirman, “Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian tujukan amalanmu kepada mereka di dunia. Lihatlah, apakah engkau dapati balasan di sisi mereka?” (HR. Ahmad, hadits shahih)

2. Bersumpah dengan nama selain Allah:

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من حلف بغير الله فقد أشرك
"Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka dia telah berbuat syirik." (HR. Ahmad, hadits shahih)

Bisa jadi bersumpah dengan nama selain Allah termasuk syirik besar. Yaitu jika orang yang bersumpah tersebut meyakini bahwa sang wali memiliki kemampuan untuk menimpakan bahaya atas dirinya, jika ia bersumpah dusta dengan namanya.

3. Syirik khafi :

Ibnu Abbas menafsirkan syirik khafi dengan ucapan seseorang kepada temannya, "Atas kehendak Allah dan atas kehendak kamu."

Termasuk syirik khafi adalah ucapan seseorang, "Seandainya bukan karena Allah, kemudian (seandainya bukan karena) si fulan."

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam ,

لا تقولوا ما شاء الله ، وشاء فلان، ولكن قولوا : ما شاء الله، ثم شاء فلان
“Jangan mengatakan, ‘Atas kehendak Allah, dan atas kehendak si fulan.’ Tetapi katakanlah, ‘Atas kehendak Allah, kemudian atas kehendak si fulan’.” (HR. Ahmad dan lainnya, hadits shahih)

Tidak ada komentar: