بسم الله الرحمن الرحيم



Daurah Sidrap - Dzulhijjah 1431 H

JADWAL DAURAH BULANAN DI KAB. SIDRAP, SUL-SEL.

Berikut Jadwal Kegiatan DAURAH SALAFIYAH Yang Insya Allah akan dilaksanakan setiap bulan di Kab. Sidrap pada pekan ke-4 (Sabtu – Ahad) yang akan dibawakan oleh :

AL-USTADZ ABU ‘ABDILLAH KHIDIR BIN MUHAMMAD SANUSI hafidzahullah
(Murid Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah / Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah, Makkassar)

Jadwal Untuk Bulan ini : Dzulhijjah 1431 H. / Nopember 2010 M.

A. Sabtu, 20 Dzulhijjah 1431 H. / 27 Nopember 2010 M.

KAJIAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN
(Taman Orang-orang Shalih)
Karya : Imam An-Nawawi rahimahullah
Pukul : 18.20 – 19.15 WITA (Maghrib – Isya’)

Tempat : MASJID AS-SUNNAH, Desa Teppo, Massepe, Kec. Tellu LimpoE, Kab. Sidrap (Terbuka untuk Umum : Ikhwan dan Akhwat)

B. Ahad, 21 Dzulhijjah 1431 H. / 28 Nopember 2010 M.

1. KAJIAN UMUM
Pukul : 05.00 - 06.00 WITA (Ba'da Subuh)

Tempat : MASJID AGUNG Pangkajene Sidrap. Jl. Poros Pare
(Terbuka untuk Umum : Ikhwan dan Akhwat)

Baca Selengkapnya...

Memindah Qurban Ke Tempat Lain

Penulis: Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawy

Seiring dengan semakin dekatnya hari raya ke dua kaum Muslimin, yaitu I'dul Qurban atau Adha, banyak perbincangan dan pembahasan seputar permasalahn hukum hewan qurban.

Banyak kaum Muslimin yang bersiap-siap menyisihkan sebagian hartanya untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dalam bentuk menyembelih qurban. Banyak pula didapati kaum Muslimin yang mempersiapkan dagangan sapi atau kambing yang dipasarkan di pinggir-pinggir jalan atau di pasar – pasar hewan, suatu pemandangan tahunan yang dapat kita saksikan di mana mana.

Di antara permasalahan yang sering terjadi di kalangan kaum Muslimin seputar qurban adalah memindah atau menyembelih qurban di tempat lain yang bukan tempat dia berdomisili. Seperti mentransfer uang qurban ke sebuah yayasan atau pesantren atau masjid di luar daerahnya. Demikian pula banyak kita jumpai iklan – iklan hewan qurban dengan berbagai tipe yang siap untuk disembelih dan dibagikan kepada kaum Muslimin.

Baca Selengkapnya...

BERKURBAN MENURUT SUNNAH NABI

HUKUM BERKURBAN
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berkurban, ada yang berpendapat wajib dan ada pula yang berpendapat sunnah mu'akkadah. Namun mereka sepakat bahwa amalan mulia ini memang disyariatkan. (Hasyiyah Asy Syarhul Mumti' 7/519). Sehingga tak sepantasnya bagi seorang muslim yang mampu untuk meninggalkannya, karena amalan ini banyak mengandung unsur penghambaan diri kepada Allah, taqarrub, syiar kemuliaan Islam dan manfaat besar lainnya.

BERKURBAN LEBIH UTAMA DARIPADA SEDEKAH
Beberapa ulama menyatakan bahwa berkurban itu lebih utama daripada sedekah yang nilainya sepadan. Bahkan lebih utama daripada membeli daging yang seharga atau bahkan yang lebih mahal dari harga binatang kurban tersebut kemudian daging tersebut disedekahkan. Sebab, tujuan yang terpenting dari berkurban itu adalah taqarrub kepada Allah melalui penyembelihan. (Asy Syarhul Mumti' 7/521 dan Tuhfatul Maulud hal. 65)

Baca Selengkapnya...

AMALAN-AMALAN DI BULAN DZULHIJJAH

Penulis: Ustadz Muhammad Ashrul Tsani

Diantara nikmat yang Alloh berikan kepada hamba-hambaNya adalah dengan dijadikannya segala sesuatu telah teratur dan tertata rapi. Salah satunya adalah waktu. Alloh telah jadikan 1 tahun ini sebanyak 12 bulan, dan 4 bulan di antaranya adalah bulan Harom. Alloh jadikan waktu tersebut sebagai taqdir bagi hambaNya untuk dimakmurkan dengan keta’atan kepadanya dan bersyukur kepada Alloh atas karuniaNya tersebut. Alloh berfirman dalam Surah At Taubah ayat 36, yang artinya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah hari dimana Alloh menciptakan langit dan bumi, diantara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan harom". (At Taubah : 36)
Dan 4 bulan harom tersebut dijelaskan Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam adalah Muharrom, Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abi Bakroh yang diriwayatkan oleh Al Bukhori Rahimahullah bahwa Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam berkhutbah dalam hajjatu wada’: yang artinya:

Sesungguhnya zaman telah beredar seperti keadaan pada hari Alloh menciptakan langit dan bumi. 1 tahun adalah 12 bulan diantaranya adalah 4 bulan haram. 3 bulan berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom dan Rojab yang terletak di antara 2 jumadil (awal dan akhir) dan Sya’ban.

Baca Selengkapnya...

Tabligh Akbar / Bedah Buku "Mendulang Pahala di Bulan Dzulhijjah"

pamflet daurah

Alhamdulillah atas kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, Insya Allah akan diadakan Bedah Buku/Tabligh Akbar yang akan dilaksanakan di Masjid Agung Sidrap, Sulsel. Tema dari acara tersebut adalah
“Mendulang Pahala di Bulan Dzulhijjah, Fiqih Berqurban, Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah dan Hari Tasyriq”. Adapun rincian kegiatannya sebagai berikut :

Hari/Tanggal :
Ahad, 30 Dzulqa’idah 1431 H. / 7 Nopember 2010 M.
Pukul :
09.30 WITA sampai selesai
Tempat :
Masjid Agung Sidrap, Jl. Jend. Sudirman (Poros Pare-pare) Pangkajene Sidrap, Sulsel
Pemateri :
Al-Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Hafidzhahullah

Peserta : Ikhwan dan Akhwat (Terbuka untuk umum)

Insya Allah jika memungkinkan kegiatan ini juga akan disiarkan secara langsung di www.almakassari.com dan www.an-nashihah.com

Info Panitia : Abdul Majid, 081 355 132 485; Abu Abdillah Nasir, 085 237 970 144; Abu Ibrohim, 081 998 427 584.

Jazaakumullah khair.


Baca Selengkapnya...

Daurah Sidrap - Dzulqa'idah 1431 H

JADWAL DAURAH BULANAN DI KAB. SIDRAP, SUL-SEL.

Berikut Jadwal Kegiatan DAURAH SALAFIYAH Yang Insya Allah akan dilaksanakan setiap bulan di Kab. Sidrap pada pekan ke-4 (Sabtu – Ahad) yang akan dibawakan oleh :

AL-USTADZ ABU ‘ABDILLAH KHIDIR BIN MUHAMMAD SANUSI hafidzahullah
(Murid Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah / Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah, Makkassar)

Jadwal Untuk Bulan ini : Dzulqa'idah 1431 H. / Oktober 2010 M.

A. Sabtu, 15 Dzulqa'idah 1431 H. / 23 Oktober 2010 M.

KAJIAN KITAB RIYADHUS SHALIHIN
(Taman Orang-orang Shalih)
Karya : Imam An-Nawawi rahimahullah
Pukul : 18.20 – 19.15 WITA (Maghrib – Isya’)

Tempat : MASJID AS-SUNNAH, Desa Teppo, Massepe, Kec. Tellu LimpoE, Kab. Sidrap (Terbuka untuk Umum : Ikhwan dan Akhwat)

B. Ahad, 16 Dzulqa'idah 1431 H. / 24 Oktober 2010 M.

1. KAJIAN UMUM
Pukul : 05.00 - 06.00 WITA (Ba'da Subuh)

Tempat : MASJID AGUNG Pangkajene Sidrap. Jl. Poros Pare
(Terbuka untuk Umum : Ikhwan dan Akhwat)

Baca Selengkapnya...

Bekal untuk Jamaah Haji

Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah

Kasih Sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap Hamba
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang lima dan diwajibkan bagi orang yang mampu. Ibadah ini dikaitkan dengan kemampuan karena haji merupakan sebuah perjalanan ibadah yang butuh pengorbanan besar berupa kemampuan materi dan kekuatan fisik. Bila sebuah ibadah dikaitkan langsung dengan kemampuan, berarti menunjukkan kesempurnaan hikmah Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam meletakkan ibadah tersebut. Orang yang beriman akan menerima ketentuan ibadah tersebut tanpa berat hati. Karena mereka mengetahui bahwa tidak ada satupun bentuk syariat yang diletakkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala melainkan maslahatnya kembali bagi hamba. Tidak terkait sedikitpun dengan kebutuhan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap mereka. Di sisi lain, dikaitkannya ibadah haji ini dengan kemampuan hamba menunjukkan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tinggi terhadap mereka. Semuanya ini telah Allah Subhanahu wa Ta'ala tegaskan di dalam firman-Nya:

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

مَا يُرِيْدُ اللهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ

“Allah tidak menginginkan bagi kalian sesuatu yang memberatkan kalian.” (Al-Ma`idah: 6)

Baca Selengkapnya...

Hadits-hadits Dhaif Tentang Haji

Penulis : Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari

Setiap muslim pastilah mengetahui bahwa ibadah haji ke Baitullah merupakan salah satu rukun dari lima rukun agamanya. Dan kini, bulan pelaksanaan haji telah menjelang. Jutaan kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia akan membanjiri tanah suci yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Ucapan talbiyah menyambut panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala terluncur dari lisan tamu-tamu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala pujian, kenikmatan, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Berangkat ke tanah suci, melaksanakan ibadah haji dan umrah ini merupakan impian setiap insan beriman mewujudkan titah Allah Yang Maha Rahman, yang telah berfirman:

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali ‘Imran: 97)

Baca Selengkapnya...

Berhaji di Jalan Allah

Penulis : Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجِّ عَمِيْقٍ. لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيْمَةِ اْلأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيْرَ. ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوْفُوا نُذُوْرَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (Al-Hajj: 27-29)

Baca Selengkapnya...