Kajian Rutin Bulanan Ahlussunnah Sidrap, Muharram 1435 H.

Bismillah. Insya Allah Kajian Rutin Bulanan Ahlussunnah Sidrap, Muharram 1435 H.

Bersama : Al-Ustadz Khidir M. Sunusi hafizhahullah
Insya Allah : Sabtu – Ahad : 19-20 Muharram 1435 H. / 23-24 Nopember 2013 M.

Adapun Jadwalnya adalah sebagai berikut :
[[Sabtu 19 Muharram 1435 H. / 23 Nopember 2013 M.]]
1. Kajian Umum
Jam : 15:30 WITA (Ba’da Ashar)
Tempat : Masjid As-Sunnah, Jl. Poros Soppeng, Massepe, Kab. Sidrap

2. Kajian Umum

Jam : 19.45 WITA (Ba’da Isya)
Tempat : Rumah Al-Akh Faizal, Jl. A. P. Pettarani (Depan Pasar Lama) Rappang, Kab. Sidrap

[[Ahad, Sabtu 20 Muharram 1435 H. / 24 Nopember 2013 M.]]
3. Kajian Umum
Jam : 04:30 WITA (Ba’da Subuh)
Tempat : Masjid Agung, Jl. Jend. Sudirman Pangkajene, Kab. Sidrap

4. Kajian Kitab Al-Ubudiyah
Jam : 08:00-11:00 WITA
Tempat : Ma’had Tahfidzul Qur’an As-Sunnah Kanie, Kab. Sidrap

Info : 085 255 546 611 – 085 325 745 474
Live Streaming : http://alfirqatunnajiyyah.blogspot.com

Catatan : Setelah kegiatan di Kab. Sidrap selesai, Insya Allah pemateri –hafizhahullah- akan melanjutkan perjalanan ke kota Palopo untuk mengisi acara Kajian Islam Ilmiyah.


Baca Selengkapnya...

Membela Dakwah Salafiyah dan Ulama Umat dari Kenistaan Pemikiran Firanda (Bagian Kedua) – Dosa Firanda terhadap Ilmu dan Ulama 2/2

Tuduhan terhadap Syaikh Rabî’ Tuduhan Ustadz Firanda terhadap guru kami, Syaikh Rabî’ Al-Madkhaly hafizhahullâh, adalah hal yang mengerikan dan bertubi-tubi. Ada lima pokok tuduhan Ustadz Firanda yang Saya tanggapi:
1. Menyelisihi manhaj tiga Imam dakwah Salafiyah pada zaman ini.
2. Ber-manhaj mutasyaddid.
3. Beraqidah kaum Khawarij.
4. Berdusta terhadap para Salaf.
5. Mengharuskan Syaikh Rabî’ dianggap berpaham Murji`ah, sebagaimana Ali Hasan, karena ucapan keduanya mirip dalam masalah amalan sebagai penyempurna keimanan.
Pada tulisan ini, Saya hanya menanggapi empat pokok tuduhan. Adapun tentang tuduhan berpaham Murji’ah, insya Allah akan Saya bahas secara khusus.


Baca Selengkapnya...

Membela Dakwah Salafiyah dan Ulama Umat dari Kenistaan Pemikiran Firanda (Bagian Kedua) – Dosa Firanda terhadap Ilmu dan Ulama 1/2

Termasuk prinsip pokok Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah penghormatan kepada ilmu dan ulama. Itu adalah agama yang dianut dan Sunnah yang harus dijaga oleh muslim dan muslimah, apalagi oleh seorang penuntut ilmu agama.
Allah ‘Azza wa Jalla telah menjelaskan kedudukan ulama dalam banyak ayat. Di antaranya adalah firman Allah Ta’âlâ,

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah mempersaksikan bahwasanya tiada ilah (yang berhak diibadahi), kecuali Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tiada ilah (yang berhak diibadahi), kecuali Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Âli ‘Imrân: 18]

Baca Selengkapnya...

Membela Dakwah Salafiyah dan Ulama Umat dari Kenistaan Pemikiran Firanda (Bagian Pertama)

PENULIS : Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمُؤْمِنُ غِرٌّ كَرِيمٌ، وَالْفَاجِرُ خِبٌّ لَئِيمٌ
“Seorang mukmin adalah ghirrun ‘gampang tertipu’ lagi dermawan, sedangkan seorang fajir adalah khibbun ‘penipu’ lagi la`îm ‘keji, hina, rendahan’.” [1]
Di antara tabiat seorang mukmin adalah gampang tertipu dan kurang menangkap adanya kejelekan dan tidak membahas kejelekan itu. Bukan karena dia tidak bisa mengetahui kejelekan tersebut, melainkan karena kedermawanan jiwanya dan akhlaknya yang mulia. Itulah makna ghirrun. Sedangkan khibbun maknanya adalah kebalikan makna ghirrun.
Hadits di atas mungkin bisa menggambarkan keadaan yang menimpa Saya terhadap perbuatan Ustadz Firanda -semoga Allah Ta’âla memberi hidayah kepadanya dan membimbingnya ke jalan yang lurus-.
Sudah sekian lama Saya mengetahui pemikiran-pemikiran Ustadz Firanda yang menyimpang. Juga Saya mengetahui bahwa, di antara kawan-kawannya, Ustadz Firanda inilah yang pemikirannya paling parah dan jalannya paling jelek.

Baca Selengkapnya...